Dalam anime, terdapat beberapa karakter dengan watak dan sikap yang berbeda – beda. Umumnya, dalam anime setiap karakter memiliki kekuatan yang unik yang membedakannya dengan karakter lain.

Secara umum karakter dalam cerita anime yang paling disorot oleh para penggemar dan penonton adalah karakter protagonis dan antagonis. Masing – masing dari karakter dalam anime tersebut memiliki penggemar, terlepas dari peran mereka sebagai protagonis ataupun antagonis.

Perbedaan Karakter Protagonis dan Antagonis

Lalu, apa yang membedakan karakter protagonis dan antagonis?

Protagonis adalah karakter yang digambarkan memiliki watak, tingkah laku, dan peran yang bersifat positif. Dalam anime, tokoh protagonis biasanya memiliki sifat heroik dan memiliki kekuatan untuk melawan kejahatan musuh – musuh.

Sering kali digambarkan sebagai sosok panutan yang banyak disukai orang – orang dan memiliki karakter yang unik, seperti humoris, konyol, hingga bodoh, namun semua tergantung dari cerita dalam anime itu sendiri.

Berlawanan dengan protagonis, antagonis adalah karakter yang digambarkan selalu bertentangan dengan protagonis. Antagonis secara umum memiliki sifat yang buruk, jahat, sombong, sumber masalah, dan hal buruk lain.

Dalam anime, antagonis berperan sebagai lawan utama dari karakter protagonis. Sering digambarkan memiliki kekuatan yang luar biasa dan selalu menciptakan kejahatan. Tujuan utama dari karakter antagonis dalam anime biasanya selalu berlawanan dengan karakter protagonis.

Dalam cerita anime, antagonis tidak selalu digambarkan sebagai karakter yang jahat dan menimbulkan masalah, namun terkadang dapat membantu si protagonis menyelesaikan permasalahan dalam situasi – situasi tertentu.

Dalam plot cerita, terkadang kedua karakter tersebut memiliki tujuan akhir yang sama, namun cara mereka dalam mewujudkan tujuan tersebut berbeda. Protagonis mewujudkannya dengan menjadi karakter yang baik dan heroik, sementara antagonis dengan menjadi karakter yang jahat.

Dalam keadaan tertentu, kedua karakter bisa melakukan kerja sama dalam menyelesaikan masalah lain yang lebih besar. Namun, ketika permasalahannya tersebut selesai, mereka kembali menjadi karakter awal dan si antagonis tetap kembali menjadi jahat.

5 Antagonis yang Tetap Jahat Setelah Membantu Protagonis

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa dalam cerita anime, sering kali karakter antagonis membantu protagonis dalam situasi – situasi tertentu dan kembali menjadi jahat setelah membantu protagonis. Berikut ini, 5 karakter anime antagonis yang tetap jahat setelah membantu protagonis.

  1. Hisoka Morow (Hunter X Hunter)

Hisoka Morow merupakan sosok karakter dalam anime Hunter X Hunter yang dikenal sebagai penjahat yang sangat terobsesi dengan pertarungan dan gemar membunuh peserta lain. Hisoka pernah membantu karakter utama Gon Freecss dalam misi perebutan lencana dengan memberikan lencana miliknya sehingga Gon lolos ujian Hunter. Bahkan Hisoka membantu untuk kedua kalinya dalam permainan Dodgeball melawan Razor saat di Greed Island arc.

Hisoka sebagai karakter antagonis ternyata memiliki tujuan yang jahat saat membantu Gon, yaitu ingin memastikan Gon tumbuh dengan baik dan dirinya bisa memuaskan hasrat bertarung melawan Gon ketika sudah dewasa.

  1. Buggy The Clown (One Piece)

Dalam anime One Piece yang menceritakan perjalanan kelompok bajak laut, sosok Buggy The Clown merupakan musuh dari karakter utama, Luffy. Mereka saling berhadapan saat di Orange Town dan Buggy bersumpah untuk membalaskan dendamnya kepada Luffy. Namun, saat mereka bertemu kembali di Impel Down arc, Buggy justru membantu Luffy yang ingin kabur dari penjara tersebut.

Bahkan Buggy memiliki peran yang dianggap penting saat membantu Luffy kabur dari penjara, jika tidak ada peran Buggy, Luffy mungkin tidak akan selamat dari penjara Impel Down. Setelah kejadian itu, Buggy tetap menjadi musuh Luffy dan bahkan saat ini ia menjadi salah satu yonkou dalam cerita anime One Piece.

  1. Esdeath (Akame ga Kill)

Esdeath merupakan karakter antagonis utama dalam anime Akame ga Kill yang terobsesi dengan Tatsumi. Dia membantu Tatsumi saat mereka berhadapan dengan hewan buas berbahaya saat keduanya diteleportasi ke pulau terpencil. Namun, saat kembali ke Kekaisaran, keduanya kembali bertentangan dan saling bertarung satu sama lain.

  1. Envy (Fullmetal Alchemist: Brotherhood)

Envy merupakan karakter Homunculus yang diciptakan sebagai karakter antagonis oleh Father dan bertanggung jawab atas kematian Maes Hughes. Sementara Edward Elric adalah karakter protagonis, keduanya (Envy dan Edward Elric) merupakan dua karakter dalam anime Fullmetal Alchemist: Brotherhood yang selalu berlawanan.

Kedua karakter tersebut pernah terlibat kerja sama saat Gluttony tidak sengaja memakan Envy dan Ed yang menyebabkan keduanya terjebak dalam Gerbang Kebenaran palsu di dalam tubuh Gluttony. Envy sebenarnya bahkan bisa saja keluar dari dalam tubuh Gluttony tanpa Ed.

Namun, Envy justru memilih untuk melakukan kerja sama dengan Ed dan keluar dari Gerbang Kebenaran palsu dalam tubuh Gluttony bersama karena dia menyadari bahwa Ed merupakan sosok yang sangat dibutuhkan dalam rencana Father.

  1. Charon (Fire Force)

Charon merupakan karakter antagonis dalam anime Fire Force yang merupakan salah satu anggota Tudung Putih sebagai penjaga Haumea. Dalam sebuah pertarungan di Haijima Industries, Nataku sempat melepaskan ledakan nuklir yang kuat yang dapat menghancurkan seluruh Tokyo.

Namun, Charon justru menahan ledakan nuklir yang dilepaskan Nataku dan memantulkannya ke bulan. Charon melakukan hal tersebut karena dia memiliki kewajiban sebagai penjaga untuk melindungi Pilar. Selain itu, dia tidak bisa kehilangan Nataku dan Shinra Kusakabe karena di tahu bahwa Nataku dan Shinra akan sangat dibutuhkan dalam rencana besar Evangelist, pemimpinnya.

Itulah 5 karakter antagonis dalam anime yang tetap jahat meskipun pernah membantu protagonis.